aku mulai menyusun: gedung-gedung di matamu tanpa pintu tanpa jendela lengkap dengan sofa-sofa dapur, kamar, ruang kerja dan aroma melati yang kuseduh setiap senja tidak lupa kupasang cermin di dinding retinamu agar setiap kucoba berkaca ada sorot mata yang sering …
Jika pertanyaan tentang melepasmu adalah sesuatu yang paling sulit. Maka pernyataan yang tepat adalah aku tidak akan memikirkannya. Karena, cukup kau tetap di sini dan menemaniku. Maka tidak akan ada yang bisa menjawab pertanyaan itu. Jika melepaskanmu adalah pekerjaan yang …
pixabay.com Matamu adalah pabrik yang menciptakan kenangan. Di sana, banyak pekerja dengan mata tertutup, debur suara bising, lembur hingga larut malam bersama peluh meleleh dari ujung dahi sampai kaki. Tidak ada yang mengenal mimpi dan terbangun, mereka hanya mengikuti setiap …
pixabay.com Kini, aku mulai membaca halaman rumah: pagar berlumut, rumput menjulur sembarang, sepasang pohon cemara yang kau tanam. Semua mudah dibaca dan dilupa. Seperti kau, mudah kudatangi tak mudah kutinggali. Sementara cemara yang kau tanam, perlahan menghilangkan hangat mentari dan …
Aku telah jatuh cinta sejak sebelum kau datang padaku. Bahwa, sendiri menciptakan cinta dan kau menghancurkannya. Aku telah jatuh hati sejak hati ini belum pernah melangkah. Bahwa, akhirnya ia benar-benar jatuh dari puncak keegoisanmu. pixabay.com Aku telah bahagia, sejak aku …
pixabay.com Aku terpikat pada pekat tatap matamu. Tidak peduli sorot mata yang surut akan sirat cinta yang tak ada, aku tetap terpikat. Namun, sudikah kau meneduhkan suara hati yang kukirim lewat surat yang sarat akan tinta penuh cinta milikku? Wisnu …
kepada esok yang tidak kunanti hari ini kemarin adalah apa-apa yang tidak menjadi apa-apa perihal hari ini aku terus menjadi apa yang sungguh mencari tahu kita ini siapa? sesuatu biasa yang binasa ketika kau hadir meninggalkanku pada tubuh kemarin seperti …
pixabay.com I menjadi dingin ketika sepasang mata kau dan aku atau kita terpisah dari ingin—sebuah peluk yang pelik, merengkuh aman dengan senyum nyaman. seperti bulan jatuh ke pematang sawah, jejak hangat dan parfum milik kau masih memancar pada hamparan tubuhku. …
Benarkah, semesta adalah nada-nada biola yang mencari tempat pulang setelah terhempas dari senar yang menjerit? Mendengar rintih hikayat anak-anak manis yang terlahir dari rahim jalanan atau mengetuk pintu hari yang hampir tak bisa dilewati. Kemarilah, kau yang pernah menjadi udara, …
Di kata pergi tersemat makna kembali meski tidak terbaca, terlihat bersembunyi di balik puting, lembah-lembah hutan yang lebih rimbun daripada sekadar selangkangan wanita sudah tujuh hari kau pergi tapi belum kutemukan makna kembali kususuri puting-puting, lembah-lembah tidak kau di sana, …