Ada harap yang ingin kugapai Katamu tak perlu bersusah payah Ada pilu yang ingin kuobati dengan tawa pun kebersamaan Tingkahmu tak sepadan lagi Dan ketika aku mulai terdiam Engkau meronta memintaku mengulang kisah pixabay.com Sudahlah Usah kau tangisi Sebab pertemuan …
Ingatkah kau saat hujan malam itu? Kala itu rasa kita bergejolak cepat Mengalahkan deru angin yang menjatuhkan hujan Kala itu dingin merasuk hingga ke seluruh tubuh Memaksaku menggenggam erat jemari Namun kau memeluk dengan penuh kasih Ingatkah kau saat malam …
Berkenalan tanpa sengaja Mencoba mengurai tawa Menjabarkan tanya Menguak rahasia diri Waktu berputar Tak kusangka kita masih berproses Mengukir sejarah hidup Kini bukan hanya tawa Tapi tangis tak henti pun kita bagi Berjalan mengikuti alur Tuhan pixabay.com Pernah juga kita …
Semalam kau terdiam usai badai Seribu panah menusuk tubuhmu tanpa henti Tak ada yang bisa mencabut Hanya rehat mu yang jadi jalan pintas Hatiku ikut pilu ketika mendengar gemuruh badai itu Hujan tak henti dari pelupuk mata ini Tunduk pada …
Rembulan menatap mesra Menggeliat seperti menginginkan sentuhan manja Bintang berkedip-kedip berkata “kemarilah” Angin berhembus lembut dengan rasa ingin tahu Lantas Dapatkah kau tahu isi hati yang terdalam Sebab beberapa makhluk ciptaanNya telah memanggilmu untuk menghilangkan rindu. Wandira Audiya Hardjo Depok, …
Hidupmu Jalanmu Takdirmu Bahkan setiap detikmu Sudahlah Dia rencanakan Sutradara terbaik dalam hidup Penggagas skenario terhebat di dunia pun di akhirat Dan kau adalah aktor berbakat yang pernah ada Beranikah kau memarahi sutradara mu? Dengan resiko hidupmu tak terarah Mampukah …
Kata orang kau adalah jiwa yang mampu menenangkan hati nan gelisah Menentramkan gundah gulana Mengubah tangis menjadi canda Dan semangat pembangun mimpi Tapi mengapa tidak terjadi padaku? Cita dan dukaku telah kuungkapkan Dalam pelukmu, saat itu kutumpahkan air mata yang …
Fajar yang kusambut riang Membawaku pada ruang canda Hingga matahari datang dengan teriknya Membakar tubuh-tubuh manusia Dan senja yang tak selalu dapat kusaksikan menjadi rindu yang kerap melanda jiwa Malam penuh bintanglah yang terkadang menjadi kawan Bertanya masihkah pantas engkau …
  /1/ Saat itu hujan, dan payung abu-abu Serta matamu yang kemerahan Senyumanmu juga hambar Seperti mendung, datang dari hatimu /2/ Seumpama hujan adalah aku Sementara kamu adalah bunga plastik Sepanjang usia, aku relah tidak jatuh Supaya kamu tetap mekar …
Malam sunyi kau akrabi Gemintang dan purnama menjadi saksi Awal dari sebuah kejujuran hati Ucapmu mengandung makna Tanyaku tak terjawab pasti Namun rangkaian indah kalimatmu kian jelas kubaca Menjelaskan apa yang sedang kau rasa Gundah gulanamu, kesepiannya dirimu tak pernah …