Aku meretas kata-kata, Meramunya, Memeras sarinya, Menuangkan ke dalam gelas-gelas kaca, Bagiku Rasanya masam, Baginya rasaku karam, Tenggelam di antara rimbunan halusinasi yang terus berkembang, Asa berbicara di sepertiga malam, Memalingkan wajahnya yang muram, Katanya, Tuhan tak mau dengar kesombongan. …
Aku ingin kembali, Menyulam kisah demi kisah dengan rintih kasih sepanjang malam, Di bawah rembulan temaram, Terselimuti gemawan yang menghitam, Aku mencium aromamu yang membayang, Menyusuri lorong panjang, Tersandung bebatuan tajam, Dengan kaki telanjang, Aku ingin kembali, Menemukan bibirmu diujung …
Puntung rokok di sudut jemarimu, Mengalun lembut, Merenggut rindu yang tak kunjung surut, Kepul asapnya sepoi tertiup kabut cinta yang menyentuh riuh dalam dada, Kau tahu Tuan? Bongkahan hati ini menyeru, Menyaksikan tubuhmu yang berlalu di lorong sempit, Detik-detik yang …
Perasaan ini membuncah, Menjelma derai yang menderas, Menggerus mimpi-mimpi indah semalam, Melanjutkan sesak yang terelekan, Oh Tuhan, Sudikah kau kabulkan pertemuan indah di ujung malam? Oleh: Suryamah  Karawang, 04 Oktober 2017 Please follow and like us:
  Biarlah mendung memayungi harap yang tak berujung, Mengantarkan risau yang tak berpeluk, Mengais cita di ujung payung. Biarlah gerimis menepati janjinya untuk tetap menangis, Menempuh jarak yang teriris, Oleh seorang manusia yang kini meringis di sudut garis. Oleh: Suryamah  Karawang, …
  Jika kesempurnaan hanya mencipta jarak, Ijinkan aku menopang kaki pada sebuah tongkat, Meraba dinding setiap saat, Mengiba sunyi dengan tatapan hitam pekat. Jika kesempurnaan hanya membuat khilaf, Bekukanlah tubuh ini yang kerap tinggalkan shalat, Kunci lisanku yang enggan lantunkan …
  Adalah benar Ketika aku menyanjungmu dalam diam Menghempaskan nafas perlahan Merasakan getir yang mendalam Menyayat ulu hati bersamaan. Adalah benar Ketika aku menitikan air mata penyesalan Merobek ketulusan dengan keegoisan Saat rasa terbutakan oleh cibiran orang. Adalah benar Ketika …
  9 Desember 1947 431 penduduk tunduk Rentetan peluru berkecamuk Tubuh tumbang dipeluk maut Lelaki tua muda menyandang status mayat Puluhan wanita sekarat Lautan darah mengalir di ujung barat Menguar amis rakyat melarat Kini nisan-nisan itu tergeletak Pada tugu Rawagede …
Aku menyulam kata menjadi lapisan makna yang memberondong di sudut waktu. Menggelapkan nyali untuk menyalip mimpi tempo dulu, Hingga air mata tak sudi menyentuh pipi, Aku masih termangu menatap bukumu. Oleh: Suryamah Karawang, 12 September 2017 Please follow and like us:
Biarkan pemerah menorekan darahnya di bibirku, menjadikannya ranum di telan senja, menjentikkan setiap rambut yang berdiri menyisir perih, perih yang dilalui rindu. Biarkan aku mengenakan melati di sekujur tubuh, agar mewangi hingga fajar tiba di atas dipan. Menyentuh kulit yang …