Kukatakan ini hujan yang panjang Meski mereka bilang kita berada di musim gersang Kukatakan ini air yang meluap dari bibir awan Tanpa sanggup ditahan Ini hujan, anakku! Percayalah! Tanpa petir mengetuk bumimu Tanpa kabut menyelimuti pandangmu Oh, apa aku …
Demi sebuah kasih yang kuterima, bukan karena welas asih yang kau tawarkan ataupun aku yang meminta Pada kesengajaan yang tidak pernah kutahu sebelumnya akan bermuara ke mana dan seperti apa Cukuplah yang berkejaran adalah deru napas dengan bait ketakutan Pucuk …
Apa yang dicari dari kehidupan? Bukankah sebuah pemberhentian akhir segera kau temui Dan di sini, pada detik di mana kau sibuk mencari Ke mana langkah kaki berderu Bersama siapa lewati persinggahan Sementara ajalmu, terus membuntuti di belakang perlakuanmu Tahukah kau? …
Kian tersamar dengan batas-batas yang sadar Kau berada di sangkar dengan membebaskan terbang Katanya, pulang adalah kepergian yang paling setia Usai menjamah petualang di tengah keramaian, berjaket kesendirian Lamanya yang menggerus perjalanan dan rindu, atas waktu yang memercayaimu untuk berlalu tempat untukmu …
Aku pernah memberimu lentera, meski istanamu penuh neon menemani cerita tidurmu Aku pernah membingkai sudut malammu dengan kalimat panjang, meski dirimu selalu dijaga olehnya Aku pernah sekali ingin melupakanmu di antara semak ingatan yang menjalar dalam memoriku Pada jendela yang …
Embun menjalar di daun-daun pagi gigil masih menyelimuti anak sekolah ayam sibuk membangunkan insan yang memejamkan mata penjual sayur sibuk menurunkan harga petani bersiliweran menuju ladang berkah para ibu berhasil menghidupkan tungku di belakang rumah sedang kita, berada di beranda …
Aku ingin menjadi matamu Untuk kucari tahu tentang apa yang menjadikanmu resah Meski aku tak pernah tahu obatnya Aku ingin menjadi matamu Sedikitnya kuambil alih beban yang menguras air matamu, sebentar saja Kualihkan aliran itu agar tak semakin deras membasahi …
Dalam bahasa gelap, kau susun partikel cahaya Satu per satu titik cahaya itu melebur Menjadi kalimat benderang Di samping rumah kosa kasa itu, ada dua jendela Tempatmu mengintip rangkai masa lalu Tempatmu adalah istana yang sekelebat menjadi haru Kisah menjadi …
Takdir itu membawa kesunyian Ia leburkan pada suatu tempat; menggelar wajahmu Takdir itu membawa detik panjang Tiap yang tertambat, adalah ringkasan sajak; kehampaan Takdir itu membawa ke pulau abadi Memisahkan tiap yang bernyawa pada kepingan; kesendirian Di sini, pada tempat …
Mataku seperti kabur dari jarak yang sulit Binar yang dipoles dari dinginnya tingkah itu Aku tersentak kala tak ada ruang yang membebaskanku bertutur sapa Kadang ia aneh, penuh teka Dan aku tak habis pikir Ke mana syair rahasia yang digulung …