Kita adalah potongan waktu terbuang, berserakan mengisi sudut-sudut kosong Penjelmaan dari bagian kenangan yang tak teringinkan Kita memunguti berkeping-keping mimpi yang tersudutkan Meramunya agar bisa terselamatkan Kita adalah segenggam debu, tak pernah kuasa melawan angin Kita tak.pernah terpikirkan, meski kita …
Maaf Untuk setiap janji yang tak pernah sempat terpenuhi Kita adalah satu dari sejuta manusia yang hanya bisa menggenggam harap, tanpa kuasa mendekap nyata Ialah manusiawi, jika kita merasa kecewa Maaf Untuk detik-detik yang tak dapat lagi kita nikmati bersama …
Akan ada tiba waktuku habis, terampas masa yang menua Aku hanya ingin memberimu segenggam bait tak terlalu istimewa Mungkin bisa kau simpan di bawah peraduan, sebagai penghantar mimpi penghapus luka Ada masa di mana aku harus berkelana meninggalkan segala suka …
Jangan bertanya tentang bait-bait yang hilang sementara kau telah berlalu sisakan sejuta kehampaan Sedikit bimbang, kulepas kau melebur bersama bayangan malam Ada yang tak kau tahu dari apa-apa yang membuatku bisu Pilu disantap rembulan yang bersembunyi di balik pucuk cemara, …
Pernah Hujan datang dengan warna berbeda Berbingkai mutiara ia leburkan seluruh rasa Pernah Ia titipkan asa pada sebuah genggaman yang dipercayainya untuk dijaga Agar suatu saat dapat dibuka kembali ketika waktu sudah beranjak tua Pernah Ia abaikan segala luka nestapa …
Kau menjatuhi netra ketika matahari meluncur turun menjemput senja Kau ramu hening itu menjadi suatu getar yang indah, memabukkan Senja bicara tanpa aksara, membawa kita menikmati kenangan yang perlahan terkikis dalam ingatan Ada pancaran silau tiap kali ombak membelai kaki …
  Ada suatu masa di mana kau menyelipkan senyum di antara riuh rendah suara hujan Kau bertapa pada keheningan, mengagumi keindahan semesta yang bisu Kau kunyah butir-butir bumi, kau maknai sebagai santapan lezat yang tak kau temui pada suguhan di …
Ada suatu masa di mana kau menyelipkan senyum di antara riuh rendah suara hujan Kau bertapa pada keheningan, mengagumi keindahan semesta yang bisu Kau kunyah butir-butir bumi, kau maknai sebagai santapan lezat yang tak kau temui pada suguhan di seluruh …
Dalam letih penantian ia angankan sebuah perjumpaan, diharapkan dapat melepaskannya dari kejam bayang-bayang Ia ingin berlari, membawa pergi segala rasa yang mengendap di dasar hati Ia ingin berteriak, memaki apa saja yang telah membuatnya hilang dari kebersahajaan Segalanya telah pergi, …
  Dalam tiap aliran darah yang menghangatkan nadi, namamu selalu terpatri Tiap tarikan napas ini, tak pernah terlewatkan doa untukmu Setiap jengkal langkah yang terayun, tak pernah luput dari bisikan syukur atas peluh juangmu Kebebasan ini Masa depan ini Senyum …