aku termangu di hari hujan itu bercengkerama dengan kepergian entah, kesekian berapa kita bersilaju di antara kesunyian yang membosankan ricik berbisik katanya, biar senyap bergelayutan seperti dirimu dan kenangan pada hujan yang jatuh tanpa mampu aku tahan kau berkata Juni …
detik berjalan di matamu memancarkan jernih sebuah kejujuran dalam ruang bernama waktu aku berjalan menyusuri lika-liku pengembaraan namun dirimu tetap saja prosais pada lembar-lembar senyuman Farrah Muslimah  31 Desember 2017 Puisi ini didedikasikan teruntuk sahabatku yang hari ini berulang tahun. …
ketika nanti aku pulang izinkan aku suguhkan secarik catatan bertuliskan ribuan salahku dan genangan tetes air matamu dalam sebuah amplop penyesalan Ibu, Liara Divya Karawang, 22 Desember 2017 Please follow and like us:
cahaya bulan menyusup dari balik jendela menyelimuti lelapmu seperti pelukan ibu pada malam-malam lalu saat kau merengek meminta susu dalam mimpimu ibu merajut helai-helai rindu tersendu oleh ingatan akan tangis kecilmu kini langitnya hanya segunduk buana tanpa cahaya baju putihnya …
Kuselusur jejak di antara ricik hujan yang berbisik. Mencarimu dalam riak ingatan, meski senja itu langit tak berwarna. Pada detik yang sama angin berdesau, menyuguhiku sehembus rindu pada setiap gigil. Embun menutup jendela mobil. Tetes hujan menjatuhkan tetes-tetes kenangan. Dirimu, …
derai rintik bergemericik seolah membisikkan irama sendu aroma yang kucium kala itu hanya kesan; bukan pembenaran sebuah perumpamaan tentang harapan yang kemudian jatuh sebagai hujan kau pernah bertanya, “Mengapa hujan terdengar seperti tangisan?” barangkali karena ia memfilosofikan kejatuhan ketika rinai …
Teruntukmu, Bersama ini aku kirimkan setetes asa dalam balutan doa Seiring malam yang bersemayam dalam lelap kesunyian lantas ia suguhkan rembulan sebagai hidangan untuk menemani sebuah kesendirian tak ada kata yang pantas aku ungkap, selain ‘aku merindukanmu’ Duhai kau silu …
Sahabat, Izinkan aku memperbincangkan tentang silu Tanpa harus kulerai ia dari sendumu; meskipun Ini hanya kata-kata sederhana yang tak lebih jingga dari senja Frasa-frasa berputar dalam kepalaku Andai dirimu mampu membaca maksud dari waktu Tak harus kembali pada masa-masa itu; …
  kulukiskan wajahmu pada kanvas imajinasi berbekal serpihan dari lembar memori yang memudar kulihat senyummu mengembangkan kuncup malam gelak merdu melantunkan nada-nada silu entah purnama tak pernah bisa sempurna meski desau angin membisikkan kerinduan kalimat terindah yang kuingat dari mulutmu …
senyummu mengulas kesepian menenggelamkan senja dalam bising kereta bel kedatangan pun berbunyi peron penuh langkah-langkah sunyi tersebab lelah, dan secangkir kopi sisa bibirmu meninggalkan jejak penantian aku bukan pergi melepaskan sekian reminisensi aku hanya melewati lembar yang pernah kusinggahi agar …