Aku hadir di sini… Melantunkan segala puja Meski selembar kaca dalam diri Sepekat lumpur menghitam jelata Segenggam ampunanMu penawar segala Taburkanlah di sekujur jiwa raga Wahai, kumohon meski tak layak memegangnya Kuasa-Mu sanggup menitahkan bahagia Buah istighfar terlantun tutur …
  Setapak demi setapak kulalui Menuju maqam yang kusebut tenteram Menurun mendaki berkelok-kelok Tak jua lelah kubiarkan menjamah asa Tenteram muara segala impian Tepis debu fana menghias Biarkan lugas menjadi riasan Pemanis pahit tak tertahan Gapai mimpi meski hujan menderas …
  Entahlah, sudah berapa dekade aku tak mengunjunginya. Surga Kecil, tempat kami menghabiskan sore hingga matahari pulang ke gubuknya. Menghirupi aroma wangi Zinnia, membaluri lembut hati dengan semilir angin, melukis mega jingga dan ya, aku tertidur di pangkuannya. Sampai tak …
Kertasku selembar mori suci Penaku canting pengukir luhur Tintaku tilam penabur benih kasih Puisiku doa kudus penyuluh jiwa Sederhana adalah jubahku Tak elok dipandang mata Diksi-diksiku adalah kapas pemintal katun Bukan sutera! Beginilah adanya aku Memijak bijak di selasar sastra …
Ah, kau telah membuatku mati rasa! Ceritaku pun kian hambar memudar di Kanvas merah jambu Bagaikan jalanan penuh gelombang tak berujung Arah pun tak tentu dituju Rimbun aneka rumpun menyimpan konflik Intrik bersemi-semi di ruas-ruas batangmu Ah, andai kau bisa …
Dingin malam ini membuatku terjaga Kurasa getaran dasyat merasuki jiwaku yang terpeluk gundah Namun denyut nadi cintamu menguatkanku Mendamaikan getaran mencipta tenteram Bangkit aku dari pembaringan kita Duduk selonjor di antara dampar dan rak buku Kurangkai puzzle mimpi yang berserakan …
  Bertalu-talu rinduku ditabuh syahdu Oleh usia yang tak lagi terbilang muda Tak terukur panjangnya perjalanan Berkelok-kelok, menanjak, menurun, menikung bahkan terkadang begitu terjal penuh onak dan duri Rinduku bukan semu! Pada sebuah kepulangan yang akan menjadikanku abadi Pertemuan hakiki …
Lebih dari semua yang kulakukan padamu. Tak terwakilkan oleh kata-kata, Al. Nyata dan mengakar, di rahim cinta kita. Kau harus tahu, spasi bukanlah perentang jarak. Tetapi, ia adalah penguat ikatan kasih sayang. Sumatera-Jawa. Bukan masalah yang mesti kita risaukan. Karena …
  Tak kau hiraukan jua meski darah air mataku mengalir sederas hujan Desember Bahkan senyum pelangi melengkung di wajahmu Berdiri tegak engkau, jumawa dalam kemenangan Nyeri hatiku tak tertahan lagi! Kau lupa, larik-larik janji manis kita! Persahabatan tercampak di lembah …
  Lalu, aku terdiam pada ceruk luka yang masih tergenang darah Anyir melingkup tanpa bisa kutepis Seluruh lorong napasku dikuasainya kini Aduhai, andai saja api di ranting kering tak kujadikan kembang api dulu! Hanya bisa diam, meski sesal berkecamuk di …