Megamendung menyapu jalanan hingga bersih Payung bermelodi, memantulkan bulir air yang bernyanyi Kawanan pelikan berteduh, menenangkan ombak riuh Awan menggerutu, langit melempar kenangan bisu Sepotong wajah termangu di ayunan Bermandikan hujan, menyimak mega tulisan Alam melukis kata dengan ricihan Memutar …
Tangan mungilmu mengibas cahaya Badanmu rebah di hamparan jingga Pasir putih berserakan di wajah, kau menengadah Senyummu lugu, sungguh kau tak tahu masa depan Kelopak awan melukis senja Gelombang laut pasang, menyisir rambutmu yang tergerai manja Kau masih menanti malam …
Debu menyapa alam quantum biru Molekul surya beresonansi Hujan gemericih, menyapu megapixel memori rindu Nada-nada ungu membias, menoreh luka ambigu di sepotong wajah lugu Desiran angin memorabilia Gugur dedaunan pias dikoyak rerintik hujan Kompas itu kini berkarat Bersama seutas mimpi …
Kanvas harapan Senja menyapu cerita peradaban Langit menggantung remang Melepas mega rindu para pahlawan Negeri ini rindu kedamaian Langit menguning Rinai mengais cahaya bening Menepuk angin yang berpendar hening Menyemai harapan di sayap senja kemuning Hening, Wajah mungil kebingungan dihimpit …
Langit bergemuruh, meluluhkan ribuan pixel cahaya keindahan Kedamaian gugup, ia hidup tunggal tanpa nama Merpati panik, awan tak berhenti menangis Kisah yang mengerikan, ribuan lembar cahaya diiris habis Serpihan bintang rontok, memenuhi lapisan atmosfir Rembulan harus menahan malam sendirian Bagai …
Buku-buku menangis suram Debu menyelimutinya Rembulan iba, ingin menghiburnya Ia ulurkan tangan, hanya berupa angin malam Kunang-kunang mengerumuninya Ribut, menghembus debu tebal yang membekapnya Dunia kini sudah lupa Bahwa buku adalah wadah perjuangan nenek moyangnya Bagai masa, ia menyimpan kisah …
Langit pagi ini masih biru Sebiru samudera luas di dalam hatimu Dalam peluh kau racik doa Di petakan sawah kau tabur harapan Hingga penghujung sore, Mentari masih bernaung dalam dirimu Meski retakan langit berkepingan jatuh luruh Hujan gemuruh kilat mengkilap …
  Secangkir kopi berpita Kutata dengan butiran coklat berita Menyesap rasa pahit, dunia tertawa melihat luka Gula menghilang tanpa kabar yang diliris media Mejaku dihiasi roti kosong Tanpa telur dan tanpa rasa gosong Perutku makin melompong Seperti gonggongan yang kudengar …
Kolase awan membias lembut Neon surya pias menampung serpihan jingga Qiraah senja menangis, memadu tetesan tinta yang tenggelam di pelupuk dedaunan Dentingan harpa malam beresonansi Alunan melodi bintang berserak, menaburi wajah Desa Bangsri Nekara rindu perlahan bersimfoni… Dawai angin memorabilia …
  Pinjamkan aku puingan awan Akan kulompati bagai jejeran tangga empuk menuju aurora Biar kusapa ia dengan lukisan senja Lalu kusulap jadi serpihan salju aksara Petir mengiris rima Menumpahkan lautan tinta Berserak di jalanan hampa Tuangkan warna pada tangisan ibukota …