Kasih, tenanglah! Diamku bukan lari darimu Aku sedang merangkai rindu Menyatukan sepi menjadi puisi Kasih, bersabarlah Aku sedang memungut serpihan benci Di halaman emosi Akan aku buang jauh-jauh Agar tak mendekat ke kisah kita pixabay.com Kupahami dirimu kini Tengah diselimuti …
Hai, Dik Mengapa otakmu penuh dia Apa dunia hanya sebatas cinta kepadanya Apa kau tak letih? Bertahan di atas tumpukan janji Sedang dia tak memberi bukti Hatimu digenggamnya erat Diam-diam dia hempaskan Kini hancur berkeping-keping Dalam isak kau masih saja …
Telah kubelah ribuan jalan Telah kutanya ratus cendekiawan Untuk satu alasan Pada siapa pilihan harus kulabuhkan Siapakah dapat menerka Perihal rasa di jiwa Kini aku tengah gundah Cinta ini masih tak bertuan jua Kadang lelah berbisik Menunjuk arah berbalik Untuk …
Setiap hari ia melawan dinginnya pelukan pagi Meninggalkan jejak pada jalanan berdebu Siang dan sore bukan tempatnya menyandarkan letih Ia hanya mengiba pada malam agar tak cepat pergi Tubuh rentanya ingin berlama-lama melepas penat Tapi, malam itu Pelupuk enggan terkatup …
Aksara bertumpuk tak terjamah Berserakan memenuhi kertas usang Kata berantakan tak terkemas Berceceran pada ruang benak pixabay.com Sekarang Kupungut aksara satu persatu Membenahi kata perkata Akan kususun sebuah kalimat Agar aksaraku tak terluntang-lantung. Dho Hindun Jambi, 05 Juli 2018 Please …
Cinta menyapa berkepanjangan Menghantui di antara jalan malam Riuh nyanyian syahdu disuguhkan Cinta menyergap dalam sepi Diam-diam menyelinap ke ruang pikir Dibawanya ke belantara angan Lupalah segala kepahitan pixabay.com Di tengah jalan cinta meluruh Puing-puingnya berselerak di halaman sendu Terlantarlah …
Angin merangkak perlahan Membelai rembulan di kejauhan Anak panah dari busur matamu melayang Menginginkan purnama dapat kau genggam Kepada temaram kau bisikkan “Bolehkah aku merampas sebagian keindahanmu? Barang sejenak saja” pixabay.com Hening menyeruak sepanjang jalan Pendar temaram bertahan mengiyakan “rampaslah …
Selepas senja aku pergi menemui malam Mencari-cari tempat ternyaman duduk sendirian Sebuah bangku kosong di bawah juntaian pendar purnama Menjadi pilihan merebah daksa Angin berbisik sayup Mengajakku menelusuri ruang kenangan Sesaat aku membisu pixabay.com Aku tak berkenan diganggu oleh kisah …
Rindu menderu-deru dalam dada Lalu tumpah dari langit mata Membanjiri pelataran malam Angin berkelebat di bahu Gigil mencengkeram tubuh Suara resah berkali-kali merayu Untuk menghentikan ketakutan di tengah kecamuk rindu pixabay.com Sepanjang malam hanya ada hujan gundah Serta suara lelah …
Setiap hari ia melawan dinginnya pelukan pagi Meninggalkan jejak pada jalanan berdebu Siang dan sore bukan tempatnya menyandarkan letih Ia hanya mengiba pada malam agar tak cepat pergi Tubuh rentanya ingin berlama-lama melepas penat Tapi, malam itu Pelupuk enggan terkatup …