Kabar itu datang berulang, Menyisir hening malam Meletakkan perih di meja kenang Bukti pelepas janji menuju keabadian Mereka pernah berjabat tangan, Di hadapan rumah yang saling memunggungi, Menyelipkan senyum di dinginnya pagi Melipur diri, ketika senja pergi Membenahi atap ketika …
Melodi mengalir, seindah petikan gitar di tengah lautan sunyi Mereka tak bernyanyi, hanya mengaduh dengan harapan-harapan surga, bait yang terangkai menjelma doa-doa pelipur lara Perkumpulan digelar di tepian senja, minuman tertuang untuk menghilangkan dahaga, lantas tawa renyah menjelegar, memenuhi ruang …
Ada satu hal yang ingin disampaikan kepada bumi, sebelum ia melepaskan perpisahan di puncak-puncak fajar Ketika terang menjelma kesibukan di emper-emper gedung, ia terduduk menghadap layar cahaya, menyentuh dimensi lain, menyatukannya dengan tut tut kata, kemudian ia tertunduk layu. Cerita …
Tercipta dari jiwa-jiwa yang lengang Mereka terduduk di atas kursi-kursi milik orang Kopi pahit disesap, mengisap asap Tawa menjelajahi dinding-dinding malam, lidah tidak jarang tergelincir Gurau berubah menjadi aib Kalimat mengalir dari kediaman batin yang dijerat penat Seputar poligami, mawar …
Nona tua menyuapi anaknya di pelataran rumah Petani memanggul gabah dari sawah Tikar pandan digelar di jalan aspal,  mereka menjemur diri Obrolan kosong menggema di kolong-kolong langit Beduk masjid dipukul orang berpeci Anak adam keluar dari persembunyian semak-semak Lauk pindang …
Aku selalu ingin di sini, menetap di bangku atas, menatap alam bawah Biar kuraba percik mentari Yang membias pada lekuk-lekuk pagi, Jalanan ramai, pedagang asong menggelar tikar, anak sekolah menunggu jemputan sopir, pemilik kesibukan meninggalkan malam dengan wajah masam Langit …
Ia meraba gigil Dalam gelap Muadzin terdiam Hujan bergemuruh Lampu padam Jalanan penuh dengan riak-riak hujan Air bercampur dengan tanah Penduduk mencium aroma asing Parfume hawa yang tak kunjung pulang. Darah Mimpi  Magelang, 26 Desember 2017 Please follow and like …
Orang-orang menutup jendela Menyeduh kenangan, Secangkir kopi di permukaan senja,   Belia menangis, petir berteriak histeris Si Tua menunggu di emperan kota, Malaikat membawa payung warna-warni, Turun ke bumi Melindungi ubun bayi yang lahir dari keterasingan Ia membiarkan plafon istana …
Pekerjaanmu sederhana, Orang enggan memikirkan, Tidak ada yang mengimpikan,   Sekadar berangkat malam, pulang pagi Menuju rumah sakit Akhirnya kau naik jabatan, Menjemput dunia akhirat. Darah Mimpi  Magelang, Desember 2017 Please follow and like us:
Sejauh peta langkahmu dibentangkan, Sejauh itu pula kau menimbang keputusan, Menjaring pengalaman Mengusung sayap kawan ke kampung halaman Di tengah jalan, kau dapati bebatuan terjal Tak jarang, bersapa dengan jurang Senyum mengakar di anak kehidupan Sementara punggung merengek melahirkan bunga-bunga …