Kalau jarak membuat beda menjadi gelisah Sepatutnya hati menyadari Kasih perlu dikeruk semakin dalam Hidup sebagai manusia Akal budi dibina dalam etika Peduli adalah senjata menjadi keluarga Setiap rasa memiliki nyawa Sekian lama menyusun indahnya nama Kemudian perang kata membawa …
Pada sendi-sendi angin Harapan saling menimpa satu sama lain Memberi peluang sebuah jalan Menitikberatkan riang pada senyuman Meski ekspektasi tak sesuai angan Dua tiga kali kerapuhan menjelma bisik di balik percakapan Hilir mudik lembayung nada ditingkap asmara menggelora Sesungguhnya kehidupan …
Hujan sedang mencarimu Bukan sekadar menunggumu menuntas janji Sebab ia tahu kau tak kan datang Malam ini purnama keduabelas Tepat sebuah tempat berlindung lidah Jemari saling berpagut Mata-mata mengerang kaku di ejakulasi rindu Hujan hanya ingin kau tahu Ia bertahan …
  Ia duduk membelakangi ribuan foto Kenangan perjalanan Atau Sekeping kecil warisan bagi anak cucu Atau tidak keduanya? Ia membungkuk tertawa Suaranya berat memikul umur Ketika menyebut namanya Dalam seruput teh menuju rintik hujan Bibirnya tersenyum setelah membekaskan cumbu : …
Bertegurlah aku dan debu di peron tua Stasiun Manggarai Pusat lintas kaki-kaki yang berlari Berburu waktu Dan tak peduli berdesak-desakan sampai napas Satu per satu berganti mengisi tubuh Detik berbuah menit Aku menunggu di batas malam yang sepi Di antara …
Kulihat senja terbelah di matamu Dan senyummu bercerita perihal rindu Didustai waktu Yang merenggut harapan untuk bersatu Debu yang beribu di sudut matamu Menjelma jadi jemari yang duduk menunggu Mengais harapan-harapan lalu Pada dinding-dinding biru Sebelum malam menegakkan bulan berkaki …
  Kita kawan di depan lawan Berbaur kata Meracik kopi tanpa gula Bercumbu di bibir cangkir Satu solidaritas utuh, katanya Bibir membual saja Di kota-kota yang jadi berwarna Kita pernah ukirkan nama Sisa-sisa langkah yang tertawa di balik musim Hujan …
  Di mana? Aku dihantui Di mana? Api lilin menari Pasak tumbuh menggagahi Ampas kopi Dan rindu ini Sepi Kuputar lagu sunyi Kata-kata menjelma hati Wajahmu menamparku di pipi Aku benci menyendiri Seperti mati Imajinasiku berlari kian kemari Di mana …
  Perempuan menulis luka Di rahim pagi Dengan kuku-kuku bijaksana Bibirnya yang putih Mengeja doa Yang berkabut dalam sukma Matanya berkedip tersesat Seperti kaset rusak mencari rombongan kata Berbaur di antara sepah jiwa dibelenggu dosa Dipantul cahaya mentari Ia bercermin …
  Sebelum sempat duka mengalir dalam tawa Sebelum sempat tanah diselubungi air yang mengelora Mari kita bertelanjang dalam kata Biar kita tak lagi saling mencerca Dan tak seutaspun serapah mengaliri anak cucu kita Jangan lagi ada belati di antara nyanyian …