Ia manusia biasa seperti pada umumnya. Makan, minum, dan tidur ketika malam bertandang. Beberapa orang menjulukinya sebagai sesosok manusia luar biasa. Sementara waktu berdesis bahwa ia tak memiliki apa-apa kecuali seutas senyum yang diobral percuma di jalan-jalan kampung. Jika kau …
  SEEKOR KATAK yang tersesat dari populasinya merutuki keanehan hidup manusia. Manusia itu tidak mempedulikan jalan raya, mereka melesat bak rudal yang baru saja lepas dari landasan. Jika katak memiliki kekuatan ajaib, ia akan mengutuk manusia agar tak lagi diberi …
  Sudah sejak lima hari lalu ia meninggalkan rumahnya, merenung di sana sendirian, di sisi batu yang menjulang tinggi. Binar matanya menatap tepian perairan, menyibak lumut-lumut yang tumbuh subur, mengharap ada satu kuntum keajaiban yang dapat dibawanya pulang untuk diberikan …
Kupu-kupu itu seringkali membuatmu celaka. Sayangnya kau tidak pernah mengusirnya, kau justru menyebutnya berkali-kali sebagai pembawa keberuntungan. Ia—, lelaki berkacamata tebal itu sampai bosan mengingatkanmu. Tak pernahkah engkau mendengarkan gerutuan suaranya ketika embun berlinang? “Buang kupu-kupu itu! Telingamu sering berdarah!” …
‘Entah, mengapa aku sangat ingin meninggalkan dunia ini. Rasanya sudah muak dengan beribu kehidupan yang terlampaui. Namun, tak mungkin aku mengabaikan senyum Nana yang setiap pagi menarik selimutku. Ah, aku sangat lelah! Mungkin kata ini yang tepat untuk dijadikan pelampiasan.” …
  Lelaki itu tersenyum sinis di tempatnya berdiam. Berkali-kali menggelengkan kepalanya, heran. Kemana pun langkah dipijakkan, pada sudut ruang asing yang dianggapnya menggairahkan bulatnya bola mata, selalu saja didapatinya sepasang bibir atas dan bawah yang monyong ke depan, atau menganga, …
Hari itu langit terang benderang, tidak ada badai apalagi angin topan yang menyeret kabut penebar aura muram bagi alam, tidak ada pemilik gigil, juga pengundang hujan dengan teriakan petir yang garang.  Siang itu wajah dunia cerah, biru memukau pandangan. Insan-insan …
  Aku tidak pernah melupakanmu di sini. Pada setiap langkah yang terjejak dalam tanah. Pada uraian kata yang terpatri oleh sukma. Dirimu bukanlah kenangan termanis dalam perjalanan zaman, melainkan nyawa yang berembus menyejukkan dahaga. Suatu masa pernah engkau buat tandus, …
  “Aku mencintaimu,” pipi pemuda itu basah sebab cairan jiwa yang pedih.Ia menggenggam amarah yang tak mampu diredam, sementara kasih sayang kandas berbenturan dengan rasa yang kian menggenang. Lima tahun perjalanan asmara menjadi usai, karena dua bola lensa melirik latar …
Bulan dan Bintang ”Sadarlah dengan kemampuanmu! Lihatlah dirimu yang kecil, jangan meraih hal yang menyusahkan dirimu! Aku tahu kamu memang ingin menjadi bintang, benda langit yang bersinar serta diakui keindahannya oleh semesta, sebab kerlipnya yang cantik, namun sadarkah kau bahwa …