Karya Darah Mimpi             Di otak yang masih belum dipoles noda. Ia selalu berpikir bahwa akan sanggup terbang memetik bunga di batas senja. Menggapai bintang. Meniup bola api mentari. Duduk di pangkuan rembulan. Meluncur di cekungan pelangi. Khayalannya kaya akan …
Karya Akhmad Alhasni Sudah seminggu ini Siska menebar mendung di ruang makan. Wajah bundarnya ditekuk sedemikian rupa, menyerupai kain serbet bekas lap papa, yang terlebih dulu meninggalkan meja makan. Mata sipitnya menusuk tajam nasi goreng di hadapannya, memain-mainkannya dengan sendok …
Rembulan terletak di belakang Bumi. Awan lembut yang tembus cahaya melingkarinya. Dari kejauhan tampak lingkaran cincin yang samar. Bayang-bayang yang jatuh ke Bumi begitu terang.  Malam telah beranjak pada pukul ke satu pagi, tapi tetap suasana masih seperti kala azan …
Karya Akhmad Alhasni Pagi masih buta. Ayam jantan mungkin sedang bersiap untuk berkokok. Derik suara Jangkrik menjadi hiburan tunggal kampung yang diapit dua tanah persawahan. Namun rumah Om Dewo sangat ramai. Rumah yang terletak di pinggir jalan tersebut tak pernah …
Akhmad Al-hasni “Gila lo ya?” pekik Lisa begitu mendapatiku sedang duduk di ruang tamu rumahnya. Tak ada telaga bening di matanya. Hanya gumpalan awan hitam yang terapung di antara iris dan kelopak matanya. Aku tahu ada rasa khawatir di hatinya …
Karya Darah Mimpi Kabut membelai lembut pori tubuhku. Tak berselimut jaket tebal, atau pun sweter yang mampu memberiku kehangatan adalah penderitaan baru yang harus kuteguk waktu ini. Dingin membuat tulang rusukku serasa dicambuk rotan. Udara lembab pun ikut serta membuatku …
Karya Akhmad Alhasni Wajah keriputnya melempar senyum ketika aku mendatanginya. Pak Ogik buru-buru melepas masker dan sarung tangannya. “Kapan datang dari Jakarta?” tanya Pak Ogik seraya melepas goggle-nya. Benda berbentuk mirip kacamata renang tersebut ia kalungkan di lehernya. “Kemarin,” jawabku. …
Dari Darah Mimpi Bolehkah aku menyapa-Mu?             Aku selalu melupakan-Mu. Kuanggap Kau seolah tak pernah berguna dalam hidupku. Itulah bisikan setan. Namun kuyakin Engkau tahu kata hatiku yang sesungguhnya. Aku merindukan-Mu. Aku ingin dipeluk-Mu dalam setiap embusan napas hidupku. Aku …
Karya Darah Mimpi   Kakinya memijak jalan tandus yang retak-retak. Jalan dengan rerumputan hijau yang tak lagi mencuat. Bebatuan kecil tersebar di mana-mana. Debu yang menyerbuk di udara membuat napasnya sesak. Samping kanan dan kiri jalan hanya ada ribuan pohon …