Nasionalisme ada dalam naluri politik ada dalam pikiran Memberontak mencaci uang dan kewenangan             Aku ingin melesat bagai peluru             Menembus jejek tinju orang-orang dulu             Bersama Tuhan dan keterasingan Hai! Elegi sang penyair pendidikan tak lagi soal protes                                     …
“Ah silau!” Hutan Skovalania Aku mengerjapkan mata berulang kali hingga mampu mengontrol cahaya masuk di retina mataku. Pukul 13.00. Matahari tegak di atas, menembakkan cahaya langsung menampis kubangan coklat yang menyelimuti bajuku. Sejak semalam aku tertidur, telungkup menenggelamkan pipi di …
Selasa Wage, 16 Oktober ’18 11.37 Am Hai Cat, Aku ingin kisahkan sedikit rona tentang asa dan juang sosok yang sangat berarti dalam hidupku, ibuk dan bapakku. Sebenarnya aku paling tidak suka berceloteh tentang kedua orang tuaku. Tapi, aku ingin …
Diary… Apa yang lebih mencekam dari bunyi detik jam saat mata sulit terpejam di sepertiga malam? Ketika bunyi tik tok tik tok meneror keheningan, serasa semua perbendaharaan kata seram singgah di kepalaku. Sementara gigil tak kuasa kuhalau meski tak jauh …
Sekujur tubuhku bergetar, dengar lantunan lagu kemerdekaan Indonesia. Mengunci mulutku tanpa kata dalam tanya, bolehkah aku berbangga walau tak mengikuti perjuangannya?   Aku bingung mengartikan kebebasan, dari beda bahasa dan budaya, tapi tetap satu jua. Apakah bentuk bebas berucap, atau …
Apa guna kupunya bahasa kala lentik jemari tak bekerja lukis keindahan kata-kata ilmu kebijakan, takkan membijakkan nama   Kupunya tali ikatan rasa di antara gemuruh propaganda merajai impian manusia hingga lupa arti membacakan karya   Dari ratusan jiwa masyarakat tak …
Luas sastra buas menelan definisi kata-katanya   Beda pandangan karya sama saja gemakan seni bahasa   Penuh makna syairkan rasa pula wawasan alam raya jadi satu suara, berkarya Pixabay.com Merangkai kata menjadi kalimat bernyawa dari kosa menjadi nyata rengkuh segala …
Kampung senyum Barangkali menjadi nama tanah kelahiranku hari ini Disaat semua lupa perihal duka Dikala segala terperangkap kata cinta   Untuk satu hari Bahagia di tanahku menjadi tanda tanya Entah untuk apa Entah karena apa Pixabay.com Alasan demi alasan kupetik …
Seorang lelaki Berbaju api Hampiri meja Dari lelaki   Meja merah Dari warna darah Yang diperas Di lubang pena   Lelaki-lelaki Berjumpa di mimpi Mimpi tetangga Dan mimpinya sendiri Pixabay.com Tak ada senjata Tak terhunus belati Namun bak tentara Ia …
Majulah Seranglah Serbulah aku sesukamu Rebutlah tanah ini   Tapi ingat, Sebesar apa pun luka Bercak darah menetes di mana-mana Sampai kapan pun aku akan tetap kuat   Tembakkan pelurumu! Ledakkan bom itu! Tak ‘kan melemahkan aku Masih ada tombak …