KopiKita Aku bangun di tengah padang sabana ingatan dalam lambung berteriak satu kata “Lapar.” saku yang dulu penuh sesak para pahlawan kini terjajah oleh kata “Sampar.” Kupijat lambung sakitku sambil tangan kiri merogoh kantong saku. kelunting… kelunting… kelunting tiga logam …
Aku dan Kemarin yang Berlalu Kemarin, ketika senja menguning, seorang barista kopi menutur kepada pelanggannya bahwa ada perempuan yang duduk seorang diri di kedainya. Pagi ini, sebelum karyawan kantor mengantor, adikmu bercerita kepada seorang pelanggan tentang teman perempuannya yang duduk …
Kau kepingan fajar yang dibawa senja berputar-putar. Mengisi selaksa hati jadi bercahaya. Sore ini kau mengiringi lari kecil bocah-bocah lereng. Itu kau, genggam yang seketika keram untuk dipertahankan. Kau adalah lampu yang hadir dari masa lampau. Duduk di dekat taman …
Sekujur tubuhku bergetar, dengar lantunan lagu kemerdekaan Indonesia. Mengunci mulutku tanpa kata dalam tanya, bolehkah aku berbangga walau tak mengikuti perjuangannya?   Aku bingung mengartikan kebebasan, dari beda bahasa dan budaya, tapi tetap satu jua. Apakah bentuk bebas berucap, atau …
Apa guna kupunya bahasa kala lentik jemari tak bekerja lukis keindahan kata-kata ilmu kebijakan, takkan membijakkan nama   Kupunya tali ikatan rasa di antara gemuruh propaganda merajai impian manusia hingga lupa arti membacakan karya   Dari ratusan jiwa masyarakat tak …
Luas sastra buas menelan definisi kata-katanya   Beda pandangan karya sama saja gemakan seni bahasa   Penuh makna syairkan rasa pula wawasan alam raya jadi satu suara, berkarya Pixabay.com Merangkai kata menjadi kalimat bernyawa dari kosa menjadi nyata rengkuh segala …
Kampung senyum Barangkali menjadi nama tanah kelahiranku hari ini Disaat semua lupa perihal duka Dikala segala terperangkap kata cinta   Untuk satu hari Bahagia di tanahku menjadi tanda tanya Entah untuk apa Entah karena apa Pixabay.com Alasan demi alasan kupetik …
Seorang lelaki Berbaju api Hampiri meja Dari lelaki   Meja merah Dari warna darah Yang diperas Di lubang pena   Lelaki-lelaki Berjumpa di mimpi Mimpi tetangga Dan mimpinya sendiri Pixabay.com Tak ada senjata Tak terhunus belati Namun bak tentara Ia …
Majulah Seranglah Serbulah aku sesukamu Rebutlah tanah ini   Tapi ingat, Sebesar apa pun luka Bercak darah menetes di mana-mana Sampai kapan pun aku akan tetap kuat   Tembakkan pelurumu! Ledakkan bom itu! Tak ‘kan melemahkan aku Masih ada tombak …
(Nama yang Kupeluk di Detik Terakhir Sebelum Tengah Malam)   Ingatkah engkau, sebuah nama pernah membuat alismu terangkat? Nama yang menempel di dinding, meja, lantai, bahkan mengendap di ampas kopi Di detik terakhir sebelum tengah malam, akan kusebut lagi untukmu …