Pagi itu ketika turun dari bus, aku harus kembali naik angkutan pedesaan untuk sampai ke ¬†desa kelahiranku. Sebuah desa yang memang letaknya sangat terpencil dan jauh dari keramaian kota. Entah sudah berapa lama aku telah meninggalkannya pergi demi meraih cita-cita. …
Sepertinya aku kembali kehilangan waktuku. Aku baru sampai di Jakarta dan baru saja menyelesaikan modul bahasa arab, Kak Akhmad. Tema¬† kita flashback 2018, mungkin aku hanya akan menulis apa yang terlintas di pikiranku, tanpa memikirkannya panjang-panjang. Menuju deadline sejam, seperti …
Selasa Wage, 16 Oktober ’18 11.37 Am Hai Cat, Aku ingin kisahkan sedikit rona tentang asa dan juang sosok yang sangat berarti dalam hidupku, ibuk dan bapakku. Sebenarnya aku paling tidak suka berceloteh tentang kedua orang tuaku. Tapi, aku ingin …
Diary… Apa yang lebih mencekam dari bunyi detik jam saat mata sulit terpejam di sepertiga malam? Ketika bunyi tik tok tik tok meneror keheningan, serasa semua perbendaharaan kata seram singgah di kepalaku. Sementara gigil tak kuasa kuhalau meski tak jauh …
Aku mengenalmu lewat tatap mata, di detik pertama dunia menyambutku. Tiap momen datang, selalu kau di samping bagai malaikat penjaga. Tiap tangisku, kau hapus dengan lagu jenaka dan kerling jahilmu. Jejak remaja kita isi dengan bermacam rasa. Kau masih malaikat …
Engkau adalah belahan bumi kami yang lain, yang diaku-akui setiap orang yang mengenalmu, kau adalah orang yang paling berbudi pekerti, bahkan pada semut sekecil apapun Engkau lindungi dirimu dari hari raya yang sangat sementara, sementara kami yang mengaku-akui diri sebagai …