Sepertinya aku kembali kehilangan waktuku. Aku baru sampai di Jakarta dan baru saja menyelesaikan modul bahasa arab, Kak Akhmad. Tema  kita flashback 2018, mungkin aku hanya akan menulis apa yang terlintas di pikiranku, tanpa memikirkannya panjang-panjang. Menuju deadline sejam, seperti …
KopiKita Aku bangun di tengah padang sabana ingatan dalam lambung berteriak satu kata “Lapar.” saku yang dulu penuh sesak para pahlawan kini terjajah oleh kata “Sampar.” Kupijat lambung sakitku sambil tangan kiri merogoh kantong saku. kelunting… kelunting… kelunting tiga logam …
Aku dan Kemarin yang Berlalu Kemarin, ketika senja menguning, seorang barista kopi menutur kepada pelanggannya bahwa ada perempuan yang duduk seorang diri di kedainya. Pagi ini, sebelum karyawan kantor mengantor, adikmu bercerita kepada seorang pelanggan tentang teman perempuannya yang duduk …
Kau kepingan fajar yang dibawa senja berputar-putar. Mengisi selaksa hati jadi bercahaya. Sore ini kau mengiringi lari kecil bocah-bocah lereng. Itu kau, genggam yang seketika keram untuk dipertahankan. Kau adalah lampu yang hadir dari masa lampau. Duduk di dekat taman …
Jika engkau mencintai seseorang, namun jasadmu ditolak di hadapan orang yang engkau cintai, maka akan engkau larikan ke manakah jiwa sengsaramu? Bunga kemboja hanya mampu diembus angin. Nisan-nisan merapalkan namamu, kafan lekas menunggu ajalmu. Takdir merestuimu pergi, namun tanah liat …
”Jadi, kenapa Mater jatuh dan sayap-sayapnya patah?” Elma menunjuk gambar pada buku dongeng yang dipegang ibu. Gambar seorang wanita berambut putih panjang yang sedang memeluk lutut dengan sepasang sayap tergeletak di atas tanah dan rantai membelit tubuhnya. Wajahnya terlihat sedih …
  Tuhan menciptakan perasaan sakit, lengkap dengan penawarnya. Sayangnya Ia tak mendekatkan yang menjadi pelengkap, terkadang Ia memberi sekat. Manusia ditakdirkan mencari pasangan elemen-elemen yang ada di atas muka bumi ini, maka lelaki tua itu, terus berjalan, meninggalkan kampung halaman, …
Sang surya, perlahan berjalan menuju tempat peristirahatannya. Senja kini merengut hari yang panas. Senja di kaki malam, telah menghilangkan warna ilalang. Burung-burung pun sudah berada di sarangnya. Dengan perasaan aman dan nyaman. Karena seharian terbang menari-nari di atas awan. Namun, …
  Malam sudah amat larut. Jalan di depan rumah sudah benar-benar lengang. Dari celah pintu kamar yang sedikit terbuka, lampu ruangan lain di rumah ini sudah padam semua. Tentu saja. Melalui remang cahaya lampu tidur, jarum pendek jam dinding bergerak …
Di luar, hujan terdengar gaduh, meriuh antara lorong- lorong panjang kota tua. Malam kian mengabut, pelacur semakin akut di gerai ranjang; konyol terkapar. Tikus kunjung lapar, huru hara diselokan nalar, berbincang-bincang tentang uang. “Minitor Ing. Kau duluan jalan, biar aku …