Memerah Harapku, dan Memutihlah Jalanmu

Sekujur tubuhku bergetar, dengar lantunan lagu kemerdekaan Indonesia. Mengunci mulutku tanpa kata dalam tanya, bolehkah aku berbangga walau tak mengikuti perjuangannya?

 

Aku bingung mengartikan kebebasan, dari beda bahasa dan budaya, tapi tetap satu jua. Apakah bentuk bebas berucap, atau bebas bertingkah laku, dalam berbahasa sosial?

 

Yang kutahu, hanyalah harapku yang telah memerah dalam juang mengartikan “MERDEKA” dan memutihkan jalannya. Dengan abdi ucapku yang beguna, tuk sesama penikmat sejarahnya.

Pixabay.com

Aku bebaskan pikirku merajam masa juang, hingga aku dapati arti kebebasan, adalah merdeka dari segalanya, mungkin ….

 

Ucapan saling menjatuhkan, penjarahan, perbudakan, nan jua pemanipulasian digdaya, di zaman ini masih ada saja yang menggunakan kuasa tuk kendali harga diri.

 

Merdeka, jalankan pijak kaki mengulas setiap katanya.

 

Merdeka, binasakan tikus-tikus berdasi pengais finansial yang tak terpuji, ambil uang rakyat tanpa pikir lagi.

 

Merdeka, jua buat berangkatkan tujuan kita;

“Memerahlah harapku, dalam putihnya merdekamu di perjalanan, sebagai bangsa dan kesatuan.”

 

Didikwakwak

Lembang, 17; 00, 16 Agustus 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *