Aku Bahasakan Jiwaku

I

Relung hati menggumam peluh, bersahutan jamu waktu kian gemuruh, dendangkan aksara halu di langit-langit murung, tak kenal siapa diri ….

Aku sastrakan jiwaku pada alam sekitar, dari perapian melebur ego diri tak mengenal bahasa sendiri; adalah raga konsonan aksara perasa dari segala rasa di kehidupan, belumlah sempurnakan pengetahuan bahasa jiwaku.

II

Di tanah kaki memijak, di langit harap menggema, di tangan sajak tersirat penuh makna, mengulas butir mutiara bahasa kalbu; sendirinya adalah buah karya alam sekitar nan jua sesama manusia.

pixabay.com

Duduk sila saling sapa, canda gurau jabat tangan; kita adalah sastra tanpa nama, tanpa pula peringkat pembeda.

III

Jiwaku merasa sunyi, sanding riuhnya perbahasaan diri adalah karya sejati dari rahim aksara suci, Ibundaku sendiri.

Didikwakwak

Lembang, 20:39, 10 Juli 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *