KATA

pixabay.com

Darimana bisa kau baca arti rasa, bila bukan kata yang menuliskannya?
Darimana bisa kau telaah rindu, bila bukan kata yang mengisyaratkannya?
Sementara kau sibuk mengeja kesedihan, membiarkan aksara cemburu pada tangismu.
Sampai kapankah kau hianati kata yang lama melahirkan kita dari rahim cerita? Atau, sudahkah kau sujud di telapak kaki kata?
Sebab kata adalah ibu, jiwa dan hatimu semua ia tahu
bagaimana ia menjaga segala rahasiamu
sepenuh janji sampai kau rela menuliskannya sendiri

Kharisma De Kiyara

Magetan, 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *