Retak

Mungkin saja engkau sengaja atau terpaksa
Muntahkan kata-kata hitam
Menguras rasa
Dari balik getir perasaan yang terpagar pasrah
Getir semerah-merahnya getir
Getir yang menyala-nyala dari rahim takdir
Atau mulutmu yang mengukir takdir
Hingga aku terpungkir
Ke pesisir luka yang menganyir

Sebenarnya telah kutuliskan jiwa kita di kasur pasir
Tapi, ucapmu undang gelombang menyapu pesisir
Mungkin saja engkau sengaja atau terpaksa
Aku yang tersiksa
Engkau yang menyibak-nyibak duka
Aku yang menderita
Engkau yang melupakannya
Nyaris,
Engkau pilihkan aku wajah neraka

pixabay.com

Mungkin saja engkau sengaja atau terpaksa
Memaksa kenangan menjadi asap
Lalu, perasaan terkubur bersama senyap
Gurat air mata kuhidangkan
Di atas piring doa perpisahan
Teguk saja jika engkau haus meniti tebing pagi
Tidak usah engkau pandangi
Suci jejak bertopeng duri

Disengaja atau dipaksa
Bicaramu memetik kamboja
Berserak perih di pemakaman dusta

“Aku akan berusaha mengkafani bayangnya”

Bual yang disengaja
Atau mimpi yang dipaksa
Kian, aku di persimpangannya
Menghapal doa pelipur lara

Karya : Muhammad Abiell

Sumenep, 14-Maret-2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *