Sudahkah Kau Membaca Puisiku?

Di mataku kesedihan telah menjadi kemarau tak berujung
Mencintaimu bagai terjatuh pada jurang tanpa dasar
Melambung, mengapung.
Tanpa bisa bertemu usai dan selesai

Sementara di antara kita
Dunia menjelama jalan nan terjal
Dan rinduku, dialah ucapan selamat tinggal
Yang ku kecupkan pada dahimu
Namun lebih dulu dilunturkan air hujan sebelum kau melihatnya

pixabay.com

Sudahkah kau membaca puisiku kemarin?
Puisi yang aku tulis pada kertas resah
Atas perjalanan yang lelah tertebas

Sudahkah kau membaca puisiku kemarin?
Kata yang kurangkai sedemikian sederhana
Untuk menyembunyikan satu rangkaian kata

“Bisakah aku meminjam rindu padamu kembali? Meski taruhannya aku harus mati di dasar jurang lagi.”

Saestu_Saget
Nganjuk, 06 Maret 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *