Ia Lelah

Ada satu hal yang ingin disampaikan kepada bumi, sebelum ia melepaskan perpisahan di puncak-puncak fajar
Ketika terang menjelma kesibukan di emper-emper gedung, ia terduduk menghadap layar cahaya, menyentuh dimensi lain, menyatukannya dengan tut tut kata, kemudian ia tertunduk layu.

pixabay.com

Cerita bersambung, matanya sayu, kini ia berdiri menghadap dinding, bergegas menjauhi kebisingan, mengasingkan dari celoteh hawa nafsu, ia lantas sujud, dagunya tak lagi bangkit ketika doa dikabarkan kepada pemilik langit. Pandangannya kabur, pungkasan sepi, ia merakit ulang tubuhnya yang nyaris lebur.

Cerita berakhir, di dipan terakhir, ia rebah mengantongi senja, memejamkan mata, melupakan perjalanan masa, menghilangkan jejak data-data yang mengejarnya sampai ke pangkal-pangkal mimpi.

Esok bangun, menyatukan cerita-cerita yang terburai di waktu gelap.

Darah Mimpi
Magelang, 8 Maret 2018.

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *