PELAKOR

Disuatu keluarga yang sangat harmonis. Arjuna mempunyai lima istri yang sangat cantik dan rupawan. Di balik ketampanannya itu juga Arjuna adalah sosok pemimpin yang baik dalam menjalani bahtera rumah tangga. Yang kadang menghadapi istri-istrinya yang terkadang bertengkar. Mempunyai lima istri itu sudah tanggung jawab Arjuna untuk menghidupi sehari-hari. Mencari nafkah untuk para istrinya juga. Kadang menjenguk anak-anaknya dan mencarikan makanan. Kadang kala melindungi istrinya dari gangguan cowok-cowok yang mengganggu.

Pada suatu hari. Ada seekor kucing jantan baru di daerah Arjuna. Dia pendatang baru. Datang dari daerah satu ke daerah yang lainnya untuk mengembara. Dia seekor pengembara jalanan. Dia seekor kucing yang sangat rupawan. Pada suatu ketika istri muda Arjuna jalan-jalan karena menghilangkan rasa bosan. Akhirnya mereka bertemu disuatu tempat. Di mana mereka tidak sengaja bertemu dan akhirnya lama-lama mereka menjalin keakraban dan serta memiliki rasa saling suka. Semenjak saat itu sering ketemuan di belakang Arjuna dengan cara diam-diam.

Pada waktu siang hari. Arjuna mencurigai istri mudanya yang ingin bertemu dengan kekasihnya. Akhirnya Arjuna curiga. Lalu Arjuna bertanya kepada istrinya.

”Mau kemana?”

”Aku hanya bosan. Seperti biasa aku mau jalan-jalan sejenak untuk melepas rasa bosan ini.”

”Baiklah, tapi ingat. Jangan jauh-jauh, aku khawatir”

”Iya, Aku keluar dulu ya”

”Jangan sore-sore pulangnya.”

”Iya.” Lalu Istrinya pun keluar pergi.”

Perasaan Arjuna tidak enak. Entah kenapa perasaan Arjuna tidak seperti biasanya. Diam-diam Arjuna mengintai dari kejauhan karena takut istrinya terjadi apa-apa diluar sana. Setelah cukup lama mengintai. Arjuna melihat istrinya sedang berdua-duaan bersama kucing jantan dan melihat sedang bermesraan, bercanda ria bersama. Emosi dan sakit hati sudah tidak terkendali lagi. Karena sang istri telah menduakan hatinya. Melihat mereka berdua-duaan membuat amarah Arjuna membuncah.

”Istriku.” Teriaknya Arjuna sembari menghampiri istrinya. Sontak istrinya kaget. Karena mereka berdua terciduk berdua-duaan bersama.

Arjuna menghampiri mereka berdua lalu marah-marah dan menghajar kucing itu hingga mereka bertarung habis-habisan mempertaruhkan dirinya masing-masing.

”Sudah-sudah. Hentikan pertarungan ini.” Istrinya mencoba untuk melerai pertarungan mereka berdua ”dan untukmu Arjuna. Sudahlah. Biarkan aku bersamanya, dan kau hiduplah dengan istri-istrimu yang lain.”

”Apa? Semudah itukah kau bilang kepadaku. Tanpa memikirkan perasaanku”

”Kau juga tidak pernah memikirkan perasaan istri-istrimu. Cobalah kau pikirkan. Bagaimana perasaan istri-istrimu ketika kau mempunyai istri baru lagi dan lagi. Apakah kau rasa istri-istrimu bahagia? Pasti tidak! Siapa sih yang bahagia ketika istri diduakan, ditigakan, diempatkan bahkan dilimakan?” Menetes air mata Selly

”Tapi, aku adil terhadapmu dan istri-istriku yang lain. Kehidupan selama ini baik-baik saja. Kasih sayang, perhatian selalu kubagi adil terhadapmu dan yang lain. Apa kau tidak merasakan itu?”

”Memang kamu adil, kasih sayang selalu kau beri. Tapi apakah kamu tau! Bagaimana rasanya diduakan bahkan sampai dilimakan dalam soal perasaan. Apakah kau pernah merasakan itu? Aku juga kucing betina. Yang juga mempunyai rasa, sama dengan mereka. Para istri-istri tuamu. Jadi apakah aku salah? Jika aku juga menduakanmu.” Lalu Selly pergi meninggalkan Arjuna.

pixabay.com

Arjuna terdiam. Memikirkan semua perkataan selly si kucing cantik yang amat disayang. Dalam benaknya, Arjuna berpikir. Memang semua perkataan selly benar. Istri-istri tuanya pasti merasa tercabik hatinya karena ulah perbuatan yang seringkali mengembara dalam pencarian istri-istri baru. Dirinya saja diduakan satu kali merasa sakit hati dan amarahnya menggebu. Apa lagi perasaan istri pertama, yang seringkali dibuatnya kecewa tiap kali Arjun membawa kucing-kucing betina di dalam kehidupannya. Kini Arjuna menyesal dengan perbuatannya. Yang sering kali menyakiti istri-istrinya dengan cara memperbanyak istri. Lalu Arjuna pulang, dan Arjuna harus rela melepaskan istri mudanya bersama kucing yang dipilihnya itu.

Semakin lama kehidupan Arjuna kian suram. Hari demi hari usia semakin menua. Dan ternyata Istri-istrinya meninggalkannya dengan kisah yang sama. Mereka selingkuh dengan cara diam-diam di belakang Arjuna. Namun ada satu istri yang paling setia. Dia tetap bersama Arjuna dikala terpuruk, selalu ada untuknya. Dan tidak mau meninggalkannya. Yaitu Sireng, istri pertama kalinya Arjuna. Dia tidak mau menduakannya. Akan tetap setia menjaga dan merawat Arjuna sampai akhir masa.

Sejak Arjuna di tinggalkan ke empat istri-istrinya mulai saat itu Arjuna mulai berubah. Arjuna mulai setia pada satu istri saja. Mungkin Arjuna mulai sadar. Akan perbuatan yang tidak baik itu. Dia juga tidak mau lagi menyakiti hati Sireng untuk yang ke sekian kalinya.

Seperti biasa. Arjuna memburu tikus semalaman. Begitu pagi menyapa lalu Arjuna menyiapkan makanan pagi untuk sang Istri tersetia. Tikus-tikus itu di digigit dan di letakkan di dekat istrinya. Dan arjuna pun membangunkannya untuk sarapan pagi.

”Istriku, bangun. Lihatlah aku dapat buruan banyak. Mari kita sarapan bersama.” Sireng pun terbangun.

”Waah, banyak sekali buruanmu kali ini Arjun”

”Ya, ini semua demi kamu. Sayang”

”Terimakasih Arjun untuk sarapan pagi ini.” Sireng tersenyum

”Iya, sama-sama. Ini semua aku lakukan demi kamu. Agar kamu tidak pergi dari hidupku seperti istri-istriku yang lainnya yang meninggalkanku.”

Sireng tersenyum dan memeluk Arjuna sembari berkata, ”Sudahlah. Yang berlalu biarkanlah berlalu. Sekarang kita buka lembaran baru untuk kehidupan yang lebih lagi. Yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Yang penting kamu sekarang sudah sadar akan perbuatanmu. Aku sudah cukup bersyukur dengan sikapmu yang seperti ini.”

Arjuna memandangi wajah Sireng, matanya berkaca-kaca dan Arjuna berkata, ”Itu semua karena kebaikanmu, karena kasih sayangmu, karena kekuatan cintamu terhadapku, dan yang terakhir karena kesetiaanmu padaku, Sayang. Di kala aku masih menggila pada cinta yang lain, kau selalu setia, menutupi rasa laramu dengan setiap senyumanmu. Dan kau selalu sirami dengan ketegaran hatimu. Kini aku sadar. Bahwa diduakan itu teramat sangat sakit rasanya. Apa lagi di tigakan, diempatkan, dan dilimakan sepertimu. Pasti sangat-sangat bertubi-tubi rasa sakitmu. Mungkin istri-istriku yang lain meninggalkanku karena aku terkena karma darimu, sering menyakiti hatimu juga. Jadi. Beginilah nasibku, ditinggalkan istri-istriku entah kemana mereka pergi”

”Sudahlah. Lupakan semua itu. Seharusnya kamu bersyukur dengan kejadian semua ini. Dengan begitu. Kamu tau mana yang benar-benar setia dan mana yang hanya main-main dalam cinta saja. Ingatlah. Bahwa cinta itu tidak di dasari dengan kesenangan hati dan nafsu saja, tetapi hati yang tulus dan kesetiaan itulah yang membawa kita dalam kebahagiaan selamanya dalam hidup. Buat apa memperbanyak istri bila akhirnya menyakiti hati. Walaupun bisa menafkahi, tetap saja hati tidak sepantasnya dibagi.” Arjuna menunduk. Berlinang air matanya bercucuran. Menyesali perbuatan masa lampaunya yang begitu menggila memburu cinta namun pada akhirnya sia-sia. Dan bodohnya Arjuna pun tidak menyadari bahwa ada istri yang setangguh dan sekuat Sireng yang selalu menemani hari-harinya dan yang masih setia di dalam kehidupannya.

Tangan Sireng digenggam dan Arjuna mengecup-ngecup tangan Sireng lalu berkata, ”Maafkan aku Sireng. Aku dulu terlalu menggila cinta, sehingga aku terlupa kepada yang setia. Ya, itu kamu. Kamulah yang paling setia. Maafkan aku yang sering menyakiti hatimu”

”Iya, aku maafkan kamu. Jangan pernah ulangi lagi hal buruk itu. Perlu kamu ingat. Kau sudah tua Arjun. Tidak sepantasnya juga kau bermain-main cinta lagi seperti dulu. Ingatlah umurmu. Sudah tak pantas kau menggila cinta.”

”Ya, Sireng. Sekarang cukuplah aku menggilaimu saja. Bukan yang lain.” Arjuna tersenyum manis kepada Sireng.

”Sudahlah Arjun, masa-masa silam yang kelam kita kubur saja dalam-dalam. Tidak sepantasnya kau pikirkan lagi. Lupakanlah. Kita, buka lembaran kisah yang baru dikehidupan yang akan datang.” Sireng pun tersenyum manis dan mereka berdua berpelukan.

”Arjun, jangan lama-lama meluknya, aku lapar nih. Bolehkah kita santap sekarang makanan lezat ini. Keburu di makan lalat juga nih, hehee”

”Aah … iya, aku sampai lupa kalau kita tadi mau makan. Hehee. Ayok lah kita santap buruan ini, keburu tidak enak nanti hehee.” Mereka berdua pun menyantap makanan yang telah tersaji sedari tadi.

Kini Arjuna telah sadar, bahwa menggilai banyak kucing betina itu bukanlah salah satu kebahagiaan dunia yang sesungguhnya. Melainkan kehancuran pada keluarga. Dulu Arjuna memang bahagia mempunyai banyak cinta. Tetapi sekarang dia sadar. Bahwa banyaknya cinta tidaklah membuat hidup lebih bahagia. Namun kehancuranlah yang didapatnya. Kini arjuna lebih memilih satu cinta. Hanyalah Sireng yang ia punya. Dan takkan menduakan lagi seperti dahulu kala. Karena sejatinya cinta ada di dalam kesetiaan keluarga. Dan hancurnya kebahagiaan karena hawa nafsu saja.

Vien NH

Jember, 04 Maret 2018.

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *