Ompol

Seorang ibu yang berumur panjang
Di tengah malam tanpa kunang
Tidur sekamar dengan tenang
Seiring waktu julukannya berubah
Karena memiliki empat buah hati
Berumur mencapai kepala sepuluh

Seorang anak gelisah
Seruang dengannya
Tapi rasa hormat tak pernah meninggalkan dirinya

Di kala malam menerjang
Menusuk lubang hidung
Mengaggu penghuni seruang
Menyeruap meraung-raung
Mendayu berputar searah angin

Kumengkibas-kibas lima jari
Dengan kecepatan selaras
Namun tak gentar tetap menetap
Tak dapat diusir pergi

Tapak kaki menyusuri
Dengan jinjit ditengah gelap
Rasa takut menyeruap, cairan ada di sekitar lantai
Meraih sebuah selot dan mendorong sebuah kaca
Hingga pertukarah udara
Tak berbayar, sungguh segar

pixabay.com

Meski sering kali menginjak cairan
Kuning berbau tak sedap
Karena kerap terburu dan tak terlihat
Tempatnya di bawah namun mata kaki buta
Tak dapat membantu untuk menentukan arah

Suara desahan kecewa tak bersuara
Karena sudah biasa terasa
Hanya hembusan napas berat yang kubuat

Hingga akhirnya kuraih
Pel basah berumur tua
Yang sudah lama hilang keperawanannya
Tetap setia menemani tanpa keluh
Meski kadang kutambah pengharum
Tapi tetap saja tak mengubah
Suasana ruang

Izmy Azizah, 04 Maret 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *