Ruang Angkara

Punya mulut tapi tak bisa bicara
Punya mata tapi tak bisa memandang
Punya telinga tapi tak bisa mendengar
Punya hati tapi mati, urung merasa dan peka

Ada dua kaki, tapi buta mana yang harus dipijaki
Ada dua tangan, tapi lumpuh mana yang harus ditopang
Ada satu kepala, tapi tak terukir mana yang harus di pikir
Dan Ada satu hidung, tapi hanya kebusukan yang tercium

Ruang itu bagai labirin angkara
Memijar dusta di mana-mana
Mencekik angan yang terlunta-lunta
Membunuh diri oleh seraga bermuka dua

pixabay.com

Kandas sudah rasa percaya
Bisikan semu meraung-raung mengobar luka
Terjatuh, terkulai, lalu binasa
Bagai alur sebuah cerita
Ya, inilah panggung sandiwara

Aku ini kenapa?
Semesta membisu,
Bayu pun lalu,
Dan aku,
terkapar sendu
di pojok dinding-dinding biru.

Dyah Monika Sari

Malang, 14 Februari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *