Cerita yang Lupa Kutulis

/1/
Suatu pagi menemani kita dengan diam dan keadaan menghening. Sepasang merpati mengepakkan sayap, terbang mengantarkan kita pada kesunyian. Kehampaan terus datang tanpa ada niatan melunakkan lidah kita untuk bicara.

/2/
Di pagi yang membekukan itu, tak ada mentari yang biasa melelehkan kata. Hanya bisikan gerimis, yang menyamarkan kebersamaan kita. Tak ada tatapan mata seperti hari-hari sebelumnya, tak ada butiran canda seperti biasanya.

/3/
Untuk menutupi sunyi, kutuliskan sebuah cerita di atas lembaran roti dengan mentega. Kuletakkan roti itu tepat di samping kopi pahit yang kau suguhkan dengan benci. Tak perlu kumakan, tak perlu kuminum. Hanya pelengkap pertemuan kita yang sepenuhnya diisi oleh sepi.

/4/
Pada senja yang mulai hadir menyapa, kesunyian berangsur reda. Bait-bait manis kau ucapkan, bersama hujan yang menetas dari awannya. Dengan ketegasan yang kau bubuhi pada huruf di bibirmu, kau berkata dengan lembut, “Tolong tinggalkan aku!”

Wisnu Maulana Yusuf 

Yogyakarta, 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *