Adalah Napasmu

Tak ayal
Ketika lamunan
mulai jengah menatap
Sisi-sisi atma mulai berpindah sejengkal
Mengartikan denyut nadi yang pucat

Tak ada sekelebat makna yang lelap
Kau dan takdir sama-sama kugenggam dengan bijak
Tak ada jamahan angin yang resah
Kau dan aku sama-sama mengasah

pixabay.com

Tenanglah!
Langgam angin masih riang menghibur kejenuhan kita
Ia saling bersenandung
Dan saling berpuisi

Sabarlah!
Ada aku, dik
Yang bersedia menjadi napasmu
Ketika ia mulai berhenti

Chaira Talita Rumi

Madura, 10 Februari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *