Pengetuk Pintu

Ia akan terus mengetuk, tanpa lelah, seirama detak detik, sekuat tarikan napas, dan selembut belaian senja. Karena ia tahu, jari-jari kurusnya tak akan sampai merusak pintu.

Dengarlah ketukannya dengan hati. Sebab telinga saja belum cukup. Supaya kau tahu, segala cara telah ia upayakan. Agar kau mengerti, semua jalan sudah ia tempuh, dan biar kau yakin, separuh hidupnya ada padamu.

Ia akan terus mengetuk, tak peduli, sekalipun Malaikat Maut lebih dulu menyapanya ketimbang Malaikat Rahmat membuka hatimu. Dan di antara kedua malaikat itu, salah satunya tahu; suatu saat kau akan membukakan pintu bagi pengetuk.

Icha Risk

Kendal, 10/02/2018. 23:00

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *