Luka Lama, Sesungguhnya

Luka lama, sesungguhnya
Namun seolah baru kemarin kita saling berucap sapa
Hingga kamu menggantungkan kalimat kelam
Membuatku merentangkan jeda
Karena hatiku terlanjur retak seketika

Maka haruskah kita kembali bertatap muka?
Yakinkah kau tak akan menyiramkan derita?

Kasih,
Ingatkah tiap malam kita bertukar cerita dan gelak tawa?
Dan kopimu yang tetap kental meski malam telah mengalah
Ingatan itu, selalu ku simpan dalam laci senja

Karena ku pikir malamku akan menggigil
Kala mengingatmu mengakhirkan cerita
Di ujung penantian rinduku yang pernah membara

Airyn

Nganjuk, 10 Februari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *