Di Batas Kemudian

Pada suatu hari kita akan menatap teduh mata kita masing-masing
:tempat di mana pernah ada tatap yang tersesat

Lantas engkau lama menatap ke langit
Berharap ada seseorang dari sana
Yang kau tunggu tak ada di sana
Yang kau tunggu ada pada bait-bait puisi dalam abadi namamu

Malam ini doa belum reda.
Dalam ucap sabarmu ada amin dariku
Dalam nadi syukurmu ada semoga dariku

Teduh tatap kita bertemu jarak yang jadi jendela
Pagar yang tak pernah terbuka karena kita memilih berjeda
Rumahku memang tak pernah baik-baik saja
Ada wanita yang pernah tinggal dalam resah di dalamnya

Tinggal atas luka
Kemudian pergi sebab enggan percaya
Bahwa sebenarnya kita akan tetap baik-baik saja.

Saestu_Saget
Nganjuk, 12 Februari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *