Untuk Malaikat Kecilku

Di dingin yang menyeruak tengah malam
Aku masih terjaga menunggu waktu berganti

Perih,
Bagai dihujam ribuan anak panah seluruh persendian ini
Sesak,
Kucoba mengais udara, bak kaktus di tanah gersang yang mesti bertahan
Setiap detiknya adalah taruhan nyawaku

pixabay.com

Dengan segenggam kekuatan yang kupunya
Kuberjuang pada setiap jengkal tarikan napas
Perjuangan untukku menjadi wanita seutuhnya

Kala tangismu dan tangisku menyatu
Pertanda takbir kemenangan telah dikumandangkan
Kau yang berselimut tangis dan darah
Selamat datang kedunia barumu

Devi Budi Nordiana

Sleman, Februari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *