Seribu Impian di Langit Tuhan

Dengarkanlah suara pena kami, Tuhan

Pada sajak pertama, ingin kami tuliskan akasara yang selalu terbeber di bawah angan-angan
Lantas kami mekarkan kuncup ketidakmungkinan menjadi sekuntum kenyataan
Imaji kami terlukis, meski seringkali tak nampak indah di sudut khayal
Kami membagi seribu hari menjadi seribu asa yang menggantung di atap rumah-Mu
Dan ketika kami mengutarakan satu per satu surat di antara mereka
Di tiap-tiap pucuk asa terpatri doa yang melesatkan kami pada udara bebas
Kami ingin hidup lebih lama
Sekadar menjelaskan, kami siapa
Tak perlu mereka kenal rupa kami
Cukuplah goresan huruf dari kami
Selalu dinikmati

Shofiyah 

Jember, 07 Februari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *