Bukan Puisi

Sehari sesudah tiga senja berlalu
pada sebuah kalender yang meretaskan angka-angka ganjil
dan juga genap
kau pernah bertutur tentang detik pertama saat kau melihat dunia; terlahir.

Bahkan kau sekarang mengenal begitu banyak catatan tentang dunia
mulai dari ujung kegelisahan, cinta, pengkhianatan, sederet luka, senyum yang manis
atau ceritamu yang tak pernah lekang dari bibir tak bertuan.

Aku mengenalmu dari bincang tak sengaja beberapa tahun silam,
ikut dalam petuah ucapmu
dan sekarang, saat di mana kita mulai enggan ‘tuk bersandiwara (lagi).

pixabay.com

Harapan yang didaratkan padamu, adalah untai doa yang sengaja dipanjatkan untuk keberkahan dunia dan akhiratmu
Tiada yang tersisip, hanya beberapa ucap dariku
semoga, semoga, dan semoga kau dipertemukan dengan kebahagiaan di umurmu yang berkepala dua, lebih beberapa angka.

Kau adalah karunia dari Tuhan yang digariskan, ditakdirkan mengisi kekurangan padaku.

Teruntuk teman, sahabat, kakak, adik, partner kerja, dan juga musuh; Nila tersayang. Semoga yang diinginkan segera tercapai. Be the best for you. Selamat ulang tahun yang terlewat…

Shofiyah 

Usai Hujan, Februari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *