Tak Ingin Melepas Bayangmu

Curam hati berlumut itu
Mencoba menyekap gema suaramu
Redamkan segala bentuk remuk di dua telingaku
Lalu bayangmu berlahan terbentuk

Kususur segelumat gundah
Pada almari batinku
Tersimpan sinar remang rembulanmu
Terkukung aku dialis waktu

Kugaris jejak bibirmu
Selimut malam mataku
Hantar sisa air mata kelabu
Ke beranda mimpi bisu

pixabay.com

Aku ingin melukismu dengan sederhana
Pada dinding kayu sejarahku yang rapuh
Berlubang, tanpa sehelai daun
Di dikdaya sembilu
Segalaku adalah kambojaku

Aku ingin menyebut asmamu dengan sederhana
Dari anak tangga senja jingga
Hingga hati malam tiba
Dengan bahasa duka yang sederhana
Terbaca dari mata

Aku ingin menyambut hatimu dengan sederhana
Seperti hujan mencium aromat tanah tanpa musim
Tanpa jarak
Tanpa waktu
Sampai tersisa uban mas aku
Tak ingin melepas Bayangmu

Abiell

Sumenep, 07 Februari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *