Karang dan Lanskap Lautan

Sajak ini kutulis pada sore yang menguning.
Di atas karang yang lebar dan ombak yang tebal.
Di antara garis pantai yang panjang dan umur manusia yang relatif singkat.
Di batas antara daratan yang dangkal dan lautan yang dalam

Burung camar menyusun formasi
Terbang santai, bersamaan turun pada pohon bertangkai.
Cipratan ombrak didorong angin
Bertabrakan pada karang menyiratkan pelangi.

Jauh lepas pantai
Gelombang-gelombang kecil menari
Seperti berlian kristal yang sengaja ditabur Tuhan
Mencolok mata manusia tentang beliau yang tak rupa.

pixabay.com

Aku menatap semuanya dari atas karang
Kau tahu, Apa yang lupa aku tuliskan?

Jika hidup ini hanya perihal
Mencari pasangan, beranak pinak, kemudian mati,
Maka bait satu, dua, tiga tidak dibutuhkan lagi.

Saestu_Saget
Magetan, 05 Februari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *