Jasad : Dua Haluan sebagai Perlindungan

Tampias memori yang kerap kali jail
Hidupnya di antara luka yang tersayat dan sakit tak bersisa
Terpaksa harus mendiamkan hati
Yang selalu bertutur dinding bahagia

Ia terlepas dari jerat yang mengekang
Lalu menghadap dua arah yang tak pernah dijabar, sebelumnya
Ada kiasan bertuliskan ragu
Layaknya rindu, tiada insan yang tentu

Digelarlah segala kemasaman yang terciprat di wajah layu
Yang bersemi bukan suatu musim
Melainkan ia dengan tanya yang tak tahu jawab

Kemana bumi meluncur setelah ini?

Habis sudah bekal yang disisipkan di punggung kemarin
Yang tersisa, hanya senyum kecut diubahnya menjadi manis
Seraya satu kalimat yang dikata
“Aku hendak mencari kepastian”

Shofiyah, 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *