Burung Camar kepada Karang

Makin hari, tebal karang di lautan semakin tipis
Harga waktu semakin mahal
Apalagi ombak gaya hidup
Tinggi dan tekannya makin tak terbendung

Burung camar terkantuk-kantuk bosan
Di curam bebatuan malas pergi
Lebih asik mengupas lelumutan
Kepiting kecil atau kepak angin yang menyisir kepalanya.

pixabay.com

Mau apa lagi?
Meluncur ke bulan tak mungkin, jelas bukan dunianya.
Menyusur ombak apalagi
Kepak sayapnya terlalu mungil
Untuk ombak yang beregenerasi bak teknologi abad-22

Senja tiba
Air pasang menyala
Saat yang romantis untuk berdoa

Kepada karang dia mengatupkan kedua tangannya: khusyuk

“Tuhan yang maha segala bahasa, ampunilah kemiskinan hamba”

Saestu_Saget
Magetan, 05 Februari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *