Satu

Bukankah tak ada ragu bersenda
Dari perpautan dagu yang tergugu
Sekerap raut meracik lagu bernada
Masih dengan pertentangan berlaju
Tanpa perih yang sedikit, berbendang

Lambang menandakan sekembang bilangan
Baru serupa pembuka tapi bukan
Tembang merujuk seketika pada titian
Merasa tak kurang buruk

pixabay.com

Pertautan sepasang bagai punduk terindu
Melahirkan bilangan ganjil
Entah adam atau hawa selalu dinanti
Bergelombang merajut rawa per-satuan
Masih dengan satu
Berbuah indah dari pasangan punduk merindu
Bukan ikatan tapi sepakatan terbentuk
Apalagi keshahihan tapi bagai lembu hitam bersatu
Tanpa kontrak atau ikrar pasti terasa jemu
Itu satu masih diseduh sekilas senyum
Bersenada, bertari teduh meski bertemu peluh
Satu adalah saksi antara pasang dan surut

Rizkha N. Latifah

Malang, 13.36
04 Februari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *