Balada Penghujung Bulan

Dikatakan pada seratus tahunan lamanya
Kau tersenyum pahit tuk bersapa
Atas kehadiranmu serta tugas-Nya kedua kali
Bagi insan-insan penyeruak bumi

Kau redup kembangkan pada dua pertunjukan
Melibatkan semesta juga antero insan
Berhias titik-titik membasah udara teratas
Atmosfer tergelitik pada spot kiloan insan
Menantimu pada ujung sebenarnya

pixabay.com

Kau hanya bagai panggung persaksian atas kuasa Ilahi
Kau berangsur dari aneka rupa menyapa
Kembali kau telusuri jagad
Sedang jauh di wajahmu sejumput insan teriak
Mengusahakan bersua pada kau
Tarian titik-titik seakan bersedekap tak ingin pergi
Belahan lain titik basah semakin menipis
Seolah paham dengan geraham batita ceria
Menjemput spektamu bukti kuat atas Zat Maha Hebat
Di perempatan sekali seusiamu bersaksi

Purnama kedua nama kerenmu
Kau tiada pernah purna
Purnama disenandung pelan dengan gema kebesaran llahi
Fenomena insan berucap tentang Kau dan Tuhan

Rizkha N. Latifah
Kamar selalu teduh Blitar, 22.28 31 Januari 2018

Hal tak kekal ditulis untuk bekal(akhirat)

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *