Selamat Pagi Cinta

Kusulam benang kasih dengan mulut jarum setia suciku
Lalu kutusukkan pada selaksa hatimu
Hingga mengerang tenggelam dalam pikiran yang mengelana
Dalam hati yang tak menentu
Aku bermain asmara di pintu janji

“barangkali kau adalah cangkir emas yang kucari selama ini untuk mewadahi tangis kering air mataku”

Aku tak bisa berlari dari cermin bayangmu wujud hatiku telah bersolek riang di hatimu

Tak ada yang tahu,
Malam itu ada pesta asmara di kalbuku
Engkau hadir membawa kado perindu
Sejenak aku menatap remang wajahmu pada samaran cahaya lampu
Kau serupai cahayanya
Lantas mendiami jiwa, memaku degup napas
Mataku meredup sunyi tatapmu
Lalu kau pergi di sela-sela lelapku

pixabay.com

Biarlah, tak ada yang tahu,
Malam itu engkau menjelma menjadi peri dalam mimpi pertamaku
Membawaku terbang di antara langit dan bumi
Lalu bernyanyi, menari, dan berjanji mengikat hati
Sampai matahari mengintip kubangun pagi

Selamat pagi!
Selamat pagi cinta,
Jendela asmara telah terbuka
Dingin cintanya mendesak selangkangan nadi-nadi yang beku

Aku tersenyum sumringah
Melihatmu masih bermain petak umpet dalam ilusiku
Hingga malam menjemput rasa rindu
Dan,
Aku telah berani tidurkan mimpimu dalam kamarku

Ingin rasanya kuajak engkau mencari tahu
Di mana kediaman debar yang selalu memburu
Sebelum fajar hadiri semarak pesta langit

Abiell
Sumenep, 04 Februari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *