Mendua

Lebih baik kau tenggelamkan aku dalam bahtera kecewa
Daripada kau diamkan aku di bibir penantian tak bertepi
Tak bisa lagi aku menyamai rindu di istana ketidakpastian hatimu
Rapuh, dalam sepi malam
Jatuh sesal
Bagaimana aku merajut kata cinta
Agar hatimu terbuka mengenal sebuah makna bahagia

Haruskah aku seperti bayang-bayang
Yang tunduk membudak, membuntutimu?
Sedangkan engkau tak pernah melirik jejak

pixabay.com

Kau beri aku hidup tanpa napas
Kau suap mulutku tanpa rasa
Dan kau uraikan harapan tanpa kepastian
Sadarku pahit membagi cintamu

Dosakah aku menduakan cintamu
Sedangkan engkau yang memberinya rasa
Aku ingkar?

Abiell
Sumenep, 03 Februari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *