Seandainya

pixabay.com

Hampir selesai bait-bait terakhir dari lagu yang kita nyanyikan bersama
Suaramu menyepuh kebisuan jiwaku
Ritme nadamu tak sedikit pun berdebat dengan petikan gitar
Alunan itu adalah hembusan penyembuh rindu.

Kepadamu…
Berulang kali kusembunyikan tangis
Lipatan rindu yang sekian lama aku simpan tak kuasa lagi untukku pendam
Kini terbentang, berceceran di tanah basah.

Seandainya…
Ada tawamu di penghujung senja ini,
Sudah pasti!
Rindu yang jatuh di tanah basah tadi
Tidak terkubur sia-sia.

Ilham Ubaidillah

Semarang, 18 Dzulqo’dah 1438

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *