Harapan Kecilmu, Petani

Langit pagi ini masih biru
Sebiru samudera luas di dalam hatimu
Dalam peluh kau racik doa
Di petakan sawah kau tabur harapan

Hingga penghujung sore,
Mentari masih bernaung dalam dirimu
Meski retakan langit berkepingan jatuh luruh
Hujan gemuruh kilat mengkilap
Tak luluhkan teguhmu menggarap secuil rezeki dari ladangmu

pixabay.com

Kau kurus, bagai kapur barus yang menguap bersama waktu
Wajah keriputmu berbalut senyum, membayangkan masa depan anak cucumu
Kau berlelah, membanting diri, menaruh harapan besar di pundak penerusmu
Meski kau tahu nanti, bahkan dirimu tak akan ia kenang bersama debu
Satu saja yang kau mau, negeri ini..
Kembali menjadi kolam susu

Fury Buhair

Jakarta Selatan, 01 Februari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *