Seutas Rindu Darinya

Engkau, selalu kusisipkan di sudut ucap
Terpikirkan pada poros tangga waktu
Yang tersebut belati kehidupan ialah cara pandangmu
Kau ibarat deru yang memasung panggilan

Selama masih ada tempat tergelar
Untuk disujudi, memuji kebesaran-Nya
Izinkan aku bertanya,
“Siapa yang lebih dulu engkau rindukan?”

Kudengar ucap kisahmu menyebut mereka; sahabat
Dan, siapa mereka?

Katanya, “ialah yang kusebut umatku”
Selalu kau rindu
Tetes bahagiamu tergurat dari airmata yang kandas di pipimu
Engkau simpan kerinduan pada mereka
Entah rindumu dibalas serupa ataukah tidak
Engkau tetap merinduinya

pixabay.com

Zara Azzalea

Langit mendung, 29 Januari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *