Pelangi Pagi

Deras aliran pelupuk mata berderai
Melugas malam hingga pagi
Lewat sudah dentang duabelas
Membekas suka dan luka setiap kecap
Sepertiganya dia terbangun sangat lekas
Berjalan pelan dalam keharuan
Merapat kemudian bersujud pada buaian-Nya
Bukankah hujan senja kemarin usai reda?
Pikir dia lalu menatap dekat
Pada jendela usang peristirahatan sebentarnya
Seketika usai mengadu sedikit terpejam
Luka suka akan jadi asa
Senyumnya menghias bak kembang di ujung pagi
Merekah melewat pada dua gundukan ronanya
Sesekali derai mengalir teringat hangat pelukanNya
Bukan hujan berasa badai kemarin
Namun pelangi dia dapat sesaat
Saat dibuai pangkuan-Nya
Kalau sedari awal dia tahu akan ini
Pasti berlari kencang terseok bak pagi ini
Kicau beralunan menyambut
Diiringi sesirat mentari awal ini
Titik- titik embun menyertai nuansa pelangi
Dia baru kenal bahwa pelangi tiba usai deras hujan
Seperti pula usai episode keras pasti hikmah kan menyapa

pixabay.com

Rizkha N. Latifah

Malang, 4.40
29 Januari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *