Kesendirian

Suara angin menangis tersedu-sedu
menyentuh rasa di dalam kalbu
Aku, tergulung oleh kesendirian pilu
Tak mampu memijak kejujuran rindu

Jiwa melayang tak menentu
Terjerat oleh angan angan yang menderu
Mencoba bertahan dalam palsu
Terkutuk oleh janji angkara lalu

pixabay.com

Asa kugenggam erat tertuju rindu
Keyakinan merana hanya bualan tipu
Aku, berdiri di antara ribuan pintu
Apalah rindu segitu
Ternyata kesendirian lebih kejam daripada keindahan awan yang membiru

Fahmi Ken

Pomosda Nganjuk, 28 Januari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *