Batas

pixabay.com

Setampuk mawar menjauh dari dasar tanah
Merekah di antara tumpukan duri tajam
Memintas akar-akar penopang
Membungkam luka dan keindahan
Ada yang menari ketika hujan turun
Lalu menangis ketika tak kunjung reda
Cucuran air mata berguling-guling terbawa arus
Mengelap tarian di tanah gersang
Ada yang bernyanyi dalam kesunyian
Diantara gurun-gurun berdebu
Dan samudera yang perlahan mengering
Lalu hilang ditelan keterasingan
Ada yang pergi tanpa bisa menolak
Menabur benih dahaga pada ladang luka
Meretas batas puing harapan
Lihat batas itu
Melesap lirih penuh jenjam

Zaenal Arifin

Jember, 24 Januari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *