Awujud Gesang

Ada rasa terselinap di mata
Kau dihadapkan pada realita
Rasa bercampur rapi dengan lumpur
Pekat serupa gelap dalam petang
Lumpur persatuan ragam rasa berwujud gelap, Pekat

Aromanya menyuarakan kepedihan juga amarah
Tak sedikit pekat rasa arupa merah bagai nanah melepuh
Kau masih tersimpan baginya
Dan
Kau akan masih terjebur wujud kehancuran
Rasa tak berucap bagai puasa lisan kau
Menyibak bauran rasa pekat pada diri
Dan kau hanya berdrama saja
Tiada masalah mudah kau perbuat salah
Bagi kau, campuran rasa berwujud pekat bukan kiamat
Apalagi adzab yang sekejap tiba
Kau katakan terima kasih pada takdir
Atas nadir rasa yang tersimpan rapi
Lewat tarian rasa dalam raga
Kau katakan inilah lezatnya anugerah gesang
Gesang bertitipkan pada diri
Maka usai aku menerpamu
Desiran semilir memaksaku untuk kembali
Bersua lagi pada sisa gesangku yang mulai redup

pixabay.com

Rizkha N. Latifah

Jumat Manise, 26/01/18||5.33

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *