Merindukan Sehat

Pagi menyeretmu pulang dari pengembaraan malam. Untuk berburu siang yang menyediakan harta. Dan sore telah siap menampung lelah. Meski kau sendiri tak pernah menyandarkan lelahmu padanya. Sebab tidak ada waktu; katamu.

Lembur mungkin pilihan tepat. Memaksa daksa agar kuat tak merindukan peristirahatan. Demi rupiah. Untuk kebahagiaan juga; katamu.

pixabay.com

Tapi rupiah nyatanya tak bersahabat denganmu. Dia ingin keluar dari genggaman. Dan akhirnya lepas saat kau tergolek sakit; pindah tangan.

Bila sakit telah menjamah raga
Apa kau masih menginginkan harta?
Apa bahagia?
Oh, tidak!
Kenyataannya kau hanya merindukan sehat.

Dho Hindun

Jambi, 25 Januari 2018

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *